SEMPENA perayaan Krismas yang bakal menjelang, saya ingin mengesyorkan kepada anda beberapa artikel berikut yang membahas tentang hukum mengucapkan selamat kepada kaum Nashrani. Semoga bermanfaat.
Artikel 1: Bolehkah Seorang Muslim Mengucapkan Selamat Natal. [klik di sini]
Dalam artikel tersebut dibawakan beberapa terjemahan fatwa, antaranya:
1 – Fatwa Syaikh Muhammad bin Shalih Al-`Utsaimin rahimahullah tentang “Mengucapkan Selamat Natal dan Merayakan Natal Bersama.”
2 – Fatwa Syaikh Muhammad bin Shalih Al-`Utsaimin rahimahullah tentang “Berkunjung Ke Tempat Orang Nashrani untuk Mengucapkan Selamat Natal pada Mereka.”
3 – Fatwa Al-Lajnah Ad-Da’imah Lil-Buhuts Al-`Ilmiyyah wa Al-Ifta’ tentang “Merayakan Natal Bersama.”
Artikel 2: Keputusan Jawatankuasa Syariah Negeri Perak mengenai “Hukum Menyerupai / Merayakan Perayaan Orang Kafir.” [klik di sini]
Artikel 3: Pendapat Prof Madya Dr. Mohd Asri bin Zainul Abidin tentang “Hukum Ucapan Sempena Perayaan Agama Lain.” [klik di sini]
Artikel 4: Pendapat Kapten Hafiz Firdaus bin Abdullah dalam “Jawapan Kepada Astora Jabat Berkenaan Hukum Mengucapkan Merry Christmas.” [klik di sini]
Pendapat yang saya pilih adalah tidak mengucapkan selamat kepada kaum Nashrani sempena perayaan tersebut. Wallahu a`lam.
Oleh:
Adli Khalim
23 Disember 2011
Jakarta Barat, 20:02
Tulisan saya sendiri pada tahun 2009: Kenapa Tidak Ucap Selamat?