Tidak Ikut Sunnah? Tolak Sunnah?

Posted: December 20, 2009 in Manhaj Muhadditsin, Renungan

WAJARKAH seseorang dikatakan tidak mengikuti sunnah hanya kerana dia tidak mengamalkan hadits-hadits yang telah dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani rahimahullah? Adakah pendapat Al-Albani dalam menetapkan status [shahih, hasan, dha’if, mungkar, maudhu’, dll] sesuatu hadits merupakan suatu keputusan muktamad sehinggakan sesiapa yang tidak bersetuju dengannya dianggap menyanggahi sunnah?


Tidak salah menjadikan Al-Albani sebagai rujukan untuk menetapkan status sesuatu hadits (malah ini lebih baik daripada tidak merujuk kepada mana-mana individu yang berkemampuan untuk menetapkan status sesuatu hadits), namun ini tidak bererti Al-Albani harus dijadikan satu-satunya rujukan. Sesuatu hadits yang dishahihkan oleh Al-Albani belum tentu disepakati keshahihannya oleh para muhadditsin yang lain.


Oleh itu, janganlah kita mudah menuduh orang yang tidak beramal dengan hadits-hadits yang telah dishahihkan oleh Al-Albani sebagai orang yang tidak mengikuti sunnah atau orang yang menolak sunnah. Mungkin sahaja dia berpegang pada pendapat ulama lain yang mengatakan hadits tersebut tidak shahih. Terlalu berat kesannya sekiranya kita menuduh seseorang tidak mengikuti sunnah, lebih berat lagi kalau kita tuduh dia menolak sunnah.


Oleh: Adli Khalim [Jakarta Barat]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s