Mu-Hard-Disk?

Posted: September 4, 2015 in Manhaj Muhadditsin, Realiti Umat

muhaddits.

NAMPAKNYA isu hadits palsu masih belum selesai. Ada pihak yang mula menyebarkan poster di atas, mungkin dengan tujuan untuk menjatuhkan pihak lawannya. Namun, sayang seribu kali sayang, saya melihat poster ini hanyalah menyerlahkan lagi kejahilan pihak yang menyebarkannya. Kenapa saya berkata begitu?

.

Pertama, poster ini menyebutkan bahawa muhadditsin ahlu sunnah menilai hadits berdasarkan 5 syarat yang telah ditetapkan. Namun, tahukah mereka bahawa 5 syarat tersebut telah disebutkan oleh muhadditsin muta’akhirin, dan bukannya muhadditsin mutaqaddimin? Adakah ini bererti mereka tidak menganggap muhadditsin mutaqaddimin (seperti Al-Bukhari, Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, `Ali Al-Madini, Malik, Ahmad, dan selain mereka) sebagai ahlu sunnah? Inilah antara faktor kenapa saya kata poster ini hanya menyerlahkan kejahilan mereka.

.

Kedua, poster ini seolah-olah memberikan gambaran bahawa para muhadditsin tidak pernah melabel sesuatu hadits sebagai palsu. Tidakkah mereka membaca kitab-kitab para muhadditsin, seperti Al-Maudhu`at karya Ibn Al-Jauzi? Apa komen Ibn Al-Jauzi terhadap hadits: “Rajab bulan Allah, Sya`ban bulanku, dan Ramadhan bulan umatku“? Apa pula komen Ibn Hajar Al-`Asqalani terhadap hadits tersebut? Bukankah kedua-duanya melabel hadits tersebut sebagai maudhu` (palsu)?

.

Ketiga, ketika menyebutkan tentang “ulama mu-hard-disk-in” Salafi / Wahhabi, poster ini mendakwa pihak tersebut telah menyamakan orang yang menyebarkan hadits dha`if dengan orang yang menyebarkan hadits palsu. Wallahu a`lam, sepanjang pengetahuan saya, saya tidak pernah berjumpa mana-mana ustaz yang dilabel sebagai Wahhabi pernah menyamakan hukum menyebarkan hadits palsu dengan hukum menyebarkan hadits dha`if.

.

Sebelum saya akhiri entry saya kali ini, saya ingin memberikan sedikit nasihat. Ingatlah firman Allah:

وَلاَ يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَى أَلاَّ تَعْدِلُواْ اعْدِلُواْ هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَى

(Terjemahan) Dan janganlah sesekali kebencian kalian terhadap sesuatu kaum mendorong kalian untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, kerana keadilan itu lebih mendekati taqwa – Al-Ma’idah, ayat 8.

.

Kalau betul anda bencikan pihak yang anda label sebagai “Wahhabi”, berlaku adillah. Betulkah mereka mengatakan sesiapa yang menyebarkan hadits palsu sebagai orang yang berdusta atas nama Nabi ﷺ? Adakah kerana kebencian anda, anda sanggup menyanggahi firman Allah?

.

Sekian.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s